Kantor Perusda KPM yang Tampak Sepi Tanpa Aktivitas.
Ketapang, Kalbar, intuisitv.com – Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Ketapang Pangan Mandiri (KPM) terus menjadi sorotan setelah mendapat suntikan modal Rp16 miliar dari Pemerintah Daerah Ketapang pada 2022. Meski memiliki rencana ambisius di sektor perdagangan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, perusahaan ini belum menunjukkan kemajuan berarti.
Dalam rapat kerja bersama Perusda KPM, Komisi III DPRD Ketapang menyampaikan hasil evaluasi kepada pimpinan DPRD untuk dibuatkan rekomendasi kepada pemerintah daerah. Ketua Komisi III DPRD Ketapang, Mia Gayatri, menegaskan bahwa KPM wajib menyelesaikan laporan pertanggungjawaban keuangan secara akuntan, material, dan hukum.
“DPRD Kabupaten Ketapang mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Untuk KPM, Komisi III Ketapang telah membekukan PT. KPM, yang selanjutnya harus ditindaklanjuti pemerintah dengan pembubaran agar merampingkan struktur organisasi,” ungkap Mia Gayatri kepala wartawan pada Selasa (18/3/2024).
Lebih lanjut, DPRD Ketapang juga meminta pemerintah daerah segera mengevaluasi dan mengambil langkah terkait dana penyertaan modal terhadap dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk KPM.
Di sisi lain, Direktur KPM, Alkap Pasti, mengungkapkan bahwa sebagian besar dana yang diterima pada 2022 digunakan untuk membangun komunikasi dan mencari mitra bisnis. Namun, hingga kini, belum ada hasil konkret dari berbagai proposal kerja sama yang telah disebarkan ke beberapa perusahaan di Ketapang dan Surabaya.
“Kami masih mencari investor untuk mewujudkan rencana pengembangan kebun sawit di lahan 1.400 hektar di Desa Sungai Nanjung. Namun, tingginya biaya investasi—mencapai Rp70 juta per hektar—menjadi kendala utama,” jelasnya.
Dengan kondisi ini, nasib KPM kini berada di tangan pemerintah daerah dan APH. Jika rekomendasi DPRD dijalankan, pembubaran KPM bisa menjadi langkah strategis untuk menata ulang BUMD di Ketapang agar lebih efektif dan efisien.
Jurnalis: (DH)