Pontianak, Kalbar, intuisitv.com – Maraknya permainan ketangkasan mesin tembak ikan dan sejenisnya yang berbau perjudian di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat. Permainan ini beroperasi dengan dalih telah mendapatkan verifikasi dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, namun menimbulkan tanda tanya besar tentang legitimasi dan tujuan verifikasi tersebut.
Rianto, seorang warga yang tinggal di Gang Dungun, Jalan Gajah Mada, mengungkapkan rasa kekesalannya terhadap kebijakan pemerintah yang terus meloloskan verifikasi mesin-mesin judi tersebut. Menurutnya, pemerintah seharusnya memerangi praktik perjudian yang jelas-jelas dilarang di Indonesia. “Saye kesal benar, ngape selalu jak di loloskan verifikasinye, entah ade ape mereka tuh. Yang kite hawatirkan, budak-budak kecik ni pandai-pandai main kesanak pulak,” ucap Rianto dengan nada kesal.
Mesin tembak ikan ini, yang kerap disamakan dengan perjudian, memancing perhatian berbagai kalangan karena dapat mempengaruhi generasi muda. Rianto khawatir, banyak anak-anak yang tergoda untuk bermain di mesin tersebut tanpa pengawasan, yang berpotensi merusak masa depan mereka.
Wakil Ketua LSM Masyarakat Peduli Kalimantan Barat, Muhammad Surya, memberikan tanggapan serius terkait maraknya permainan ketangkasan tembak ikan. “Ini adalah pelanggaran yang sangat jelas terhadap undang-undang yang berlaku di Indonesia. Pemerintah harus bertindak tegas dan menutup semua tempat yang menyediakan permainan semacam itu. Jika benar ada verifikasi yang diberikan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, itu sangat memalukan dan mencederai prinsip negara dalam memberantas perjudian,” tegas Surya.
Surya juga menambahkan bahwa Kabid Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat wajib mempertanggungjawabkan secara hukum atas mesin-mesin yang telah disahkan melalui verifikasi yang mudah tanpa adanya pengecekan secara berkala. “Jika verifikasi diberikan tanpa ada pemeriksaan atau pengawasan yang mendalam, maka itu justru akan menimbulkan kecurigaan. Jangan-jangan ada permainan di balik kemudahan verifikasi tersebut. Pemerintah harus transparan dan bertanggung jawab jika ternyata ada unsur pelanggaran dalam proses verifikasi tersebut,” tegasnya.
Upaya untuk mengonfirmasi hal ini kepada Jarot Sutrisno, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, melalui pesan WhatsApp hingga saat ini belum mendapat tanggapan. Pesan yang dikirim oleh tim intuisitv.com hanya dibaca tanpa adanya jawaban. Sampai berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Kepemudaann Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat mengenai persoalan ini.
Maraknya mesin judi yang berselubung permainan ketangkasan memperlihatkan perlunya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dari pihak pemerintah daerah, yang harus bertindak tegas dalam memberantas segala bentuk perjudian yang dapat merusak tatanan sosial dan mental generasi muda. Pemerintah diminta untuk segera memberikan klarifikasi mengenai kebijakan verifikasi yang diterapkan pada mesin-mesin judi tersebut. Jika terbukti ada kelalaian dalam proses verifikasi, pihak terkait harus siap untuk mempertanggungjawabkan tindakannya secara hukum.
Jurnalis: Ana